Penuaan merupakan proses alamiah yang dialami setiap manusia dan ditandai oleh perubahan kondisi tubuh dari keadaan kuat menuju penurunan fungsi secara bertahap. Al-Qur’an menggambarkan proses tersebut dalam QS. Yasin [36]:68 melalui ungkapan nunakkishu fi al-khalq, yang menunjukkan perubahan kondisi manusia seiring bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep penuaan biologis dan healthy aging dalam perspektif ayat tersebut serta mengkaji relevansinya dengan i'jaz tibbi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui kajian tafsir dan literatur kesehatan mengenai penuaan biologis. Hasil kajian menunjukkan adanya kesesuaian konseptual antara penjelasan Al-Qur’an mengenai melemahnya kondisi manusia pada usia lanjut dengan temuan ilmu kedokteran tentang penurunan fungsi sel, jaringan, dan organ. Konsep healthy aging selanjutnya memberikan pendekatan untuk mempertahankan kemampuan fungsional dan kualitas hidup pada usia lanjut. Dengan demikian, QS. Yasin [36]:68 memiliki relevansi dengan kajian penuaan biologis tanpa memposisikan Al-Qur’an sebagai sumber rincian mekanisme medis.
You may also start an advanced similarity search for this article.