Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 1 No. 7 (2026): AGUSTUS : MUJAHADAH JURNAL ILMU MULTIDISIPLIN

WHEN AI MANAGES HUMANS: Rekonstruksi Manajemen SDM Publik di Era Artificial Intelligence Menuju Human-Centered Performance Governance

Submitted
August 15, 2026
Published
2026-08-01

Abstract

Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara organisasi mengelola informasi, mengambil keputusan, mengukur kinerja, dan mengembangkan sumber daya manusia. Dalam organisasi publik, perkembangan tersebut menghadirkan peluang sekaligus persoalan mendasar karena manusia yang dikelola bukan sekadar faktor produksi, melainkan aparatur yang bekerja dalam kerangka pelayanan publik, hukum, etika, dan kepentingan masyarakat. Artikel ini bertujuan merekonstruksi manajemen sumber daya manusia publik di era AI menuju model Human-Centered Performance Governance, yaitu tata kelola kinerja yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai instrumen pendukung, sementara manusia tetap menjadi pemegang kendali atas pertimbangan, nilai, keputusan etis, dan arah pengembangan organisasi. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi konseptual dan kajian literatur terhadap teori manajemen kinerja, human-centered AI, algorithmic management, public value, serta governance. Analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam manajemen SDM dapat meningkatkan kecepatan analisis data, objektivitas pengukuran, prediksi kebutuhan kompetensi, dan personalisasi pengembangan pegawai. Namun, dominasi algoritma dapat menghasilkan dehumanisasi, bias, pengawasan berlebihan, ketidakjelasan tanggung jawab, serta keputusan yang sulit dipertanggungjawabkan. Karena itu, artikel menawarkan konstruksi konseptual AI Intelligence → Human Judgment → Ethical Decision → Employee Development → Performance Improvement → Public Value → Public Trust. Model tersebut menegaskan bahwa keberhasilan AI dalam manajemen SDM publik tidak ditentukan oleh seberapa jauh manusia digantikan oleh mesin, tetapi oleh seberapa efektif AI memperkuat kapasitas manusia dalam menghasilkan keputusan yang adil, kinerja yang bermakna, nilai publik, dan kepercayaan masyarakat. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan perspektif Performance Governance dengan mengintegrasikan dimensi teknologi, manusia, etika, dan public value dalam tata kelola kinerja sektor publik.

References

  1. Aguinis, H. (2019). Performance Management (4th ed.). Chicago Business Press.
  2. Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.
  3. Armstrong, M. (2021). Armstrong's Handbook of Performance Management: An Evidence-Based Guide to Delivering High Performance (7th ed.). Kogan Page.Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468.
  4. Atbar, S. (2025). Manajemen Sumber Daya Manusia: Teori, Konsep, dan Aplikasi dalam Sektor Publik. PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa. Buku ini relevan untuk memperkuat landasan MSDM sektor publik, termasuk manajemen kinerja, pengembangan SDM, dan transformasi digital.
  5. Brynjolfsson, E., & McAfee, A. (2014). The Second Machine Age: Work, Progress, and Prosperity in a Time of Brilliant Technologies. W. W. Norton.
  6. Davenport, T. H., & Ronanki, R. (2018). Artificial intelligence for the real world. Harvard Business Review, 96(1), 108–116.
  7. Djunaedi. (2025). Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Sektor Publik. YPAD Penerbit. Buku ini dapat digunakan untuk memperkuat pembahasan mengenai perencanaan SDM, rekrutmen, pengembangan, kinerja, akuntabilitas, serta transformasi digital dalam MSDM publik.
  8. Dwivedi, Y. K., Hughes, L., Ismagilova, E., et al. (2021). Artificial intelligence (AI): Multidisciplinary perspectives on emerging challenges, opportunities, and agenda for research, practice and policy. International Journal of Information Management, 57, 101994.
  9. Fazry, R. W., & Sukandi, A. (2025). Transformasi SDM dalam Administrasi Publik: Strategi Inovasi untuk Era Digital. Yayasan Drestanta Pelita Indonesia. Referensi ini sangat relevan dengan argumentasi Prof. mengenai perubahan kompetensi, budaya kerja digital, dan inovasi dalam administrasi publik.
  10. Firlana, H. (2025). Dampak transformasi digital terhadap manajemen sumber daya manusia di sektor publik Indonesia. TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals, 7(1), 49–59. https://doi.org/10.52617/tematics.v7i1.714. Artikel ini sangat kuat untuk mendukung argumentasi bahwa digitalisasi telah mengubah rekrutmen, pembelajaran, penilaian kinerja, komunikasi, dan pengelolaan ASN.
  11. Floridi, L., & Cowls, J. (2019). A unified framework of five principles for AI in society. Harvard Data Science Review, 1(1).
  12. Hendrayady, A. (Ed.). (2024). Transformasi Digital dalam Pelayanan Publik: Strategi dan Tantangan. Media Sains Indonesia. Buku ini sangat cocok untuk bagian yang membahas digitalisasi pelayanan publik, AI, kompetensi SDM, evaluasi, serta tantangan etika dan hukum dalam transformasi digital.
  13. Heriansyah, F. (2026). Kecerdasan buatan menjadi pemeran pengganti pejabat pemerintahan dalam pengambilan keputusan. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional. Referensi ini sangat penting untuk artikel Prof. karena langsung menyentuh persoalan apakah AI dapat bergeser dari alat bantu menjadi pengambil keputusan pemerintahan.
  14. Irianto, J., Asmorowati, S., Maulana, F., Amrulloh, M. C., Mardianti, E., & Lapasa, A. P. (2025). Manajemen Sumber Daya Manusia di Sektor Publik: Strategi, Tantangan, dan Inovasi di Era Digital. Airlangga University Press. Ini salah satu referensi paling relevan untuk memperkuat basis MSDM sektor publik dalam artikel Prof.
  15. Moore, M. H. (1995). Creating Public Value: Strategic Management in Government. Harvard University Press.
  16. Musmulyadi. (2025). Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik: Konsep, Implementasi, dan Best Practices. Rajagrafindo Persada. Buku ini relevan untuk memperkuat argumentasi mengenai MSDM publik sebagai ekosistem yang harus adaptif terhadap transformasi digital.
  17. NIST. (2023). Artificial Intelligence Risk Management Framework (AI RMF 1.0). National Institute of Standards and Technology.
  18. OECD. (2019). Recommendation of the Council on Artificial Intelligence. OECD.
  19. Pradana, A. E., Herawati, A. R., Dwimawanti, I. H., & Maesaroh. (2025). Tantangan kecerdasan buatan dalam implikasi kebijakan pemerintah di Indonesia: Studi literatur. Jurnal Good Governance, 21(1). https://doi.org/10.32834/gg.v21i1.889. Ini sangat saya rekomendasikan karena langsung memperkuat bagian artikel tentang regulasi, infrastruktur, etika, dan tantangan AI dalam pemerintahan Indonesia.
  20. Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial Intelligence: A Modern Approach (4th ed.). Pearson.
  21. Wirtz, B. W., Weyerer, J. C., & Geyer, C. (2019). Artificial intelligence and the public sector—Applications and challenges. International Journal of Public Administration, 42(7), 596–615.
  22. World Bank. (2021). GovTech Maturity Index: The State of Public Sector Digital Transformation. World Bank.
  23. Yanti, N. N. K., & Widari, N. M. D. (2026). Implementasi smart governance di Indonesia 2025: Dari model birokratis ke sistem berbasis kecerdasan buatan. Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik, 11(1), 44–51. https://doi.org/10.22225/pi.11.1.2026.44-51. Referensi ini sangat cocok untuk memperkuat transisi dari birokrasi konvensional menuju smart governance berbasis AI.
  24. Yeni, Hari, & Rahmat. (2024). Manajemen Sumber Daya Manusia: Transformasi Digital Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Lajagoe Pustaka. Buku ini dapat digunakan untuk menghubungkan MSDM, SPBE, teknologi informasi, dan perubahan sistem pemerintahan.

Downloads

Download data is not yet available.

Similar Articles

11-20 of 35

You may also start an advanced similarity search for this article.