Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 1 No. 2 (2026): MARET : MUJAHADAH JURNAL ILMU MULTIDISIPLIN

I’JAZ GHAYBI DALAM DO’A NABI ZAKARIA DAN KELAHIRAN NABI YAHYA QS. AL-‘IMRAN:38-41 DAN QS.MARYAM:2-15

Submitted
March 18, 2026
Published
2026-03-03

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mengandung berbagai bentuk kemukjizatan yang menunjukkan bahwa ia berasal dari wahyu Allah Swt. Salah satu bentuk kemukjizatan tersebut adalah i‘jāz ghaybī, yaitu kemukjizatan Al-Qur’an dalam menyampaikan berita tentang perkara-perkara gaib yang tidak dapat diketahui manusia tanpa wahyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk i‘jāz ghaybī yang terdapat dalam kisah doa Nabi Zakaria dan kelahiran Nabi Yahya sebagaimana disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 38–41 dan Surah Maryam ayat 2–15. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan tema penelitian. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sumber utama serta berbagai kitab tafsir dan literatur ulum al-Qur’an sebagai sumber pendukung. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif-analitis, yaitu dengan menjelaskan makna ayat-ayat yang berkaitan dengan doa Nabi Zakaria dan pemberitaan kelahiran Nabi Yahya, kemudian menganalisisnya untuk menemukan aspek kemukjizatan pemberitaan gaib yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Nabi Zakaria dan Nabi Yahya mengandung beberapa bentuk i‘jāz ghaybī, khususnya pemberitaan gaib tentang masa depan (ghayb mustaqbal). Hal ini tampak dari pemberitaan Al-Qur’an tentang kelahiran Nabi Yahya sebelum peristiwa tersebut terjadi, penyebutan namanya secara langsung sebelum ia dilahirkan, serta penjelasan mengenai sifat-sifat mulia yang akan dimilikinya, seperti kesalehan, ketakwaan, serta kedudukannya sebagai seorang nabi. Pemberitaan tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an menyampaikan informasi yang berada di luar jangkauan pengetahuan manusia, sehingga menjadi salah satu bukti kemukjizatan Al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi. Dengan demikian, kajian ini menunjukkan bahwa kisah doa Nabi Zakaria dan kelahiran Nabi Yahya tidak hanya mengandung pelajaran tentang kesabaran, keyakinan, dan ketundukan kepada Allah Swt., tetapi juga memperlihatkan kemukjizatan Al-Qur’an dalam menyampaikan berita tentang perkara gaib yang kemudian terbukti kebenarannya dalam sejarah.

References

  1. Al-Bukhārī, Muḥammad ibn Ismā‘īl. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Kitāb al-Anbiyā’ dan Kitāb Aḥādīth al-Anbiyā’.
  2. Al-Dhahabī, Muḥammad Ḥusayn. Al-Tafsīr wa al-Mufassirūn. Kairo: Dār al-Ḥadīth, jil. 1.
  3. Al-Qaṭṭān, Mannā‘ Khalīl. Mabāḥith fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Kairo: Maktabah Wahbah; Beirut: Mu’assasah al-Risālah.
  4. Al-Qurṭubī, Muḥammad ibn Aḥmad. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, jil. 11.
  5. Al-Rāzī, Fakhr al-Dīn. Mafātīḥ al-Ghayb. Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī, jil. 21.
  6. Al-Ṣābūnī, Muḥammad ‘Alī. Al-Tibyān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Qalam.
  7. Al-Suyūṭī, Jalāl al-Dīn. Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
  8. Al-Ṭabarī, Abū Ja‘far. Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Fikr, jil. 6 dan 16.
  9. Al-Tirmiḏī. Sunan al-Tirmiḏī. Kitāb al-Da‘awāt.
  10. Al-Zamakhsharī, Muḥammad ibn ‘Umar. Al-Kashshāf ‘an Ḥaqā’iq al-Tanzīl. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, jil. 3.
  11. Al-Zarkashī, Badr al-Dīn. Al-Burhān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Ma‘rifah.
  12. Al-Zarqānī, Muḥammad ‘Abd al-‘Aẓīm. Manāhil al-‘Irfān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Fikr, jil. 2.
  13. Al-Zuḥaylī, Wahbah. Al-Tafsīr al-Munīr. Damaskus: Dār al-Fikr, jil. 8 dan 16.
  14. Ibn Kathīr, Ismā‘īl ibn ‘Umar. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, jil. 2 dan 5.

Downloads

Download data is not yet available.