Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 1 No. 9 (2026): OKTOBER : MUJAHADAH JURNAL ILMU MULTIDISIPLIN

TRANSAKSI DALAM AL-QUR’AN: KONSTRUKSI PRINSIP EKONOMI ISLAM DALAM PERSPEKTIF I‘JĀZ IQTIṢĀDĪ

Submitted
October 1, 2026
Published
2026-10-01

Abstract

Transaksi merupakan bagian penting dalam aktivitas ekonomi manusia dan memiliki posisi yang signifikan dalam ajaran Islam. Al-Qur’an tidak hanya memberikan perhatian terhadap tujuan memperoleh harta, tetapi juga mengatur proses dan prinsip yang harus diperhatikan dalam transaksi. Artikel ini bertujuan menganalisis konstruksi prinsip ekonomi Islam dalam transaksi berdasarkan perspektif i‘jāz iqtiṣādī. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsīr mawḍū‘ī (tafsir tematik) melalui kajian kepustakaan. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan transaksi, dengan QS. al-Nisā’ [4]:29 sebagai fokus utama, sedangkan data sekunder berasal dari kitab tafsir dan literatur ekonomi Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an membangun prinsip transaksi melalui larangan memperoleh harta dengan cara batil dan penegasan pentingnya perniagaan yang dilandasi kerelaan antara para pihak. Prinsip tersebut kemudian berkaitan dengan nilai kejujuran, keadilan, amanah, larangan penipuan, serta upaya mencegah kerugian dalam aktivitas ekonomi. Dari perspektif i‘jāz iqtiṣādī, konstruksi tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memberikan ketentuan normatif mengenai transaksi, tetapi juga menghadirkan prinsip ekonomi yang menjaga keseimbangan antara kepentingan memperoleh keuntungan dan perlindungan terhadap hak para pihak. Dengan demikian, transaksi dalam perspektif Al-Qur’an tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan material, melainkan diarahkan pada terciptanya keadilan, kemaslahatan, dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi.

References

  1. al-Qurṭubī, M. ibn A. (1964). Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān (A. al-Bardūnī & I. Aṭfayyish, Eds.). Dār al-Kutub al-Miṣriyyah.
  2. al-Ṭabarī, M. ibn J. (2001). Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān (‘A. ibn ‘Abd al-Muḥsin al-Turkī, Ed.). Dār Hajr.
  3. al-Zuḥaylī, W. (1991). Al-Tafsīr al-Munīr fī al-‘Aqīdah wa al-Sharī‘ah wa al-Manhaj. Dār al-Fikr al-Mu‘āṣir.
  4. Ibn Kathīr, I. ibn ‘U. (1999). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (S. ibn Muḥammad Salāmah, Ed.). Dār Ṭayyibah.
  5. Johar, J., & Maghfirah, M. (2023). Re-interpretation of Islamic transaction principles in economic activities. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 27(1), 23–38. https://doi.org/10.29300/madania.v27i1.3385
  6. Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya: Edisi penyempurnaan 2019. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  7. Madjid, S. S. (2018). Prinsip-prinsip (asas-asas) muamalah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1). https://doi.org/10.26618/j-hes.v2i1.1353
  8. Maharani, D., & Yusuf, M. (2020). Implementasi prinsip-prinsip muamalah dalam transaksi ekonomi: Alternatif mewujudkan aktivitas ekonomi halal. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 3(2), 131–144. https://doi.org/10.30595/jhes.v0i1.8726
  9. Suryaman, M., & Bisri, H. (2023). Prinsip-prinsip dan kaidah dasar transaksi dalam sistem ekonomi syariah. AL-MASHALIH: Journal of Islamic Law, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.59270/mashalih.v4i1.165

Downloads

Download data is not yet available.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

61-70 of 81

You may also start an advanced similarity search for this article.