Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pembatasan mobilitas lintas batas terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat perbatasan di Pulau Sebatik, Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang mengintegrasikan analisis kuantitatif berbasis SEM-PLS dan data kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan mobilitas memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. Dampak ekonomi ditunjukkan oleh penurunan pendapatan rumah tangga hingga 40–70%, sementara dampak sosial terlihat pada keterbatasan akses layanan dasar dan melemahnya jaringan sosial. Analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa variabel ekonomi dan sosial berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Temuan kualitatif memperkuat hasil kuantitatif dengan menunjukkan adanya strategi adaptasi masyarakat meskipun masih bersifat sementara. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan adaptif untuk meningkatkan ketahanan wilayah perbatasan.
You may also start an advanced similarity search for this article.